;

Rabu, 29 Mei 2013

Gairah Tetanggaku 06

Rabu, 29 Mei 2013

Kupeluk buah dadanya dalam tangkupan telapak tanganku dan ia membungkuk
berpegangan ke bak dan pantatnya, pinggulnya berputar-putar, rasanya penisku
diulek-ulek dan tiap kali ia berputar tambah cepat dan gelombang-gelombang
sinyal kenikmatan mulai terbentuk seperti tsunami bergelora, "Aahk.." ia menjerit
cukup kencang sampai aku sempat sekilas kaget berpikir, wah kalau kedengaran
tetangga bisa gawat, tapi langsung hilang karena orgasmeku sudah menjelang.
"Plok.. plek.. plekk.." bunyi tubuh kami beradu bercampur keringat dan cairan bau
di sekitar situ sudah mesum sekali bau sex, edan. Meletuplah Mbak Icih dan
erangan-erangannya terus menerus. Tiba-tiba cengkeraman vaginanya begitu kuat
sampai aku menjerit karena agak sakit dan dikendorkannya sedikit. Aku pun tidak
kuat lagi menahan, "Mbak Icihh.." kukandaskan dalam-dalam batang penisku dan
zakarku rapat-rapat dengan bibir vaginanya, dan akhrinya kami saking lemasnya
jatuh terduduk di depan bak cuci piring itu. Terengah-engah dan berpelukan
telanjang bulat. Spermaku bertebaran di lantai dapur. "Mbak Mbak.. enak sekalii..
Mbak Icih hebat bangett.." Mukanya agak merengut dan aku sengaja tidak
memberi tadi tubuhnya. "Mas To, aduh saya sudah beneran mau gila tadi
rasanya.. untung masih inget kalau tidak saya sudah teriak kencang-kencang,"
katanya sekarang sambil tertawa mengingat keadaan tadi.
"Tapi enak kan ya Mbak, capek tidak Mbak?"
"Nggak Mas To.." sergahnya dengan cepat.
"Sudah, entar tidur di sini saja deh Mbak Icih," bujukku dengan penuh rencana.
"Entar saya kasih tahu Bu Etty atau Tante Ida kalau mereka pulang, aku bilang
takut sendirian di sini."
"Hi hi hi, mana mereka percaya Mas To.. mereka juga tahu lah..paling entar Bu Etty
bilang biar dia yang temenin.. hi hi hi.. " cekikan Mbak Icih menggodaku.
"Atau Mbak dan Bu Etty yang tidur di sini Mas To.."
Eh ini orang jahil pisan.
"Tapi pasti dikasih deh.." ujarnya lagi.
"Saya mandi dulu ya Mas To. Apa mau sama-sama mandi," godanya lagi.
"Sudah deh Mas To, istirahat dulu kan sudah 2 hari ini capek," lho kok dia tahu
saja ya, padahal kemarin kan dia tidak lihat. Aku belum tahu dan tidak curiga lebih
lanjut sampai beberapa waktu akhirnya aku mengerti, itu cerita lain lagi yang seru
juga.
Aku manggut saja, memang remuk rasanya badanku terasa juga, dan dengan
gontai aku masuk ke kamar dan aku juga mandi. Penisku kelihatan merah tua
sekali kepalanya dan sekitar kulit di kepala penis kelihatan agak seperti lecet tapi
aku tidak merasa sakit malah "baal", kebanyakan kali ya. Hmm, kemarin pagi aku
masih perjaka, luar biasa nasibku dalam 2 hari aku main dengan 3 cewek hebat-
hebat. Sambil mandi aku melamun kenapa tidak dari dulu ya, tapi ya sudah
memang jalannya gitu barangkali, batinku.
Setelah mandi aku baring-baring tetap telanjang, tidak ada siap siapa. Maksudnya
menunggu Mbak Icih mandi dan Ibu Etty cs balik, kan aku mesti menelepon
mereka. Eh, baru 3 menit aku ketiduran, bangun-bangun aku kaget sekali karena
sudah tengah malam. Aku bangun dan kulihat Mbak Icih masih nonton TV, hanya
pakai sarung dikembenin t-shirtnya entah kemana. Bahunya kuning bersih dan
pinggang dan pinggulnya seksi sekali dilihat dari belakang.
"Mbak sudah makan?"
"Sudah Mas To, dan tadi Bu Etty ke sini, saya sudah kasih tahu juga, Mas To takut
sendiri."
"Apa kata Bu Etty?" tanyaku ingin tahu.
"Kata Ibu ya sudah temenin saja. Dan mereka katanya mau tidur juga capek."
"Mas To mau makan lagi apa? Mbak gorengin nasi mau, mesti makan telor Mas,
buat nambah tenaga," katanya sambil senyum nakal.
Aku rasanya lesu dan lemas badanku.
"Tidak usah Mbak Icih, aku mau tidur lagi.. tapi Mbak Icih tidurnya ditempat saya
ya.. kan ranjangnya besar sekali."
"Ah malu Mas To.."
"Duh Mbak, apanya lagi yang malu, kan tidak ada siapa-siapa."
"Iya deh Mas To, entar Mbak mau nonton dulu ini sinetron ya.."
Sialan sinetron jelek dia mau nonton, mana ada sih sinetron kita yang bagus, bukan
sekalian bikin film biru munafik deh.
Besoknya pagi-pagi telepon membangunkan aku, "Kringg.."
"Ya hallo," sambutku.
"Oh Toto ini Tante Ida, kamu lagi sibuk tidak? Bisa ke rumah Tante sekarang?"
Kontan saja mendengar suaranya si buyung mulai menggeliat. Dasar ngeres dan
sudah ngerti.
"Tentu Tante, aku ke sana sekarang ya," jawabku dengan gembira ria.
Setiba di rumahnya, Tante Ida sudah cantik berpakaian rapi mau pergi. Aku agak
kecewa dan ia melihat itu.
"To, aku perlu pergi ke kantor Oom mau ngambil gaji. Dan sebentar lagi Ibu Etty
pulang arisan dan dia lupa bawa kunci. Mbak Icih lagi nganter anak-anak ke pesta
temen sekolah Ita. Kamu tidak keberatan kan jagain sebentar, paling seperempat
jam lagi pulang kok Bu Etty," ujarnya sambil memeluk pundakku.
Susunya nyengsol-nyengsol menyentuh lenganku. Uhh, sudah ingin remas saja deh,
dan si buyung sudah separuh naik. Sialan hanya mau diminta menunggu rumah,
batinku. Tadinya aku ingin tidur siang. Capai, habis krida hari ini.
Ya deh Tante Ida, tapi entar aku minta oleh-oleh ya," kataku sambil meraba
pantatnya dan seketika Tante Ida menggelinjang geli dan ia memeluk erat.
"Iya.." desahnya basah di daun telingaku.
"Aduh gelinyaa.."
Si "Ujang" langsung naik. Kumasukkan tanganku dari bawah blusnya dan kuremas-
remas bagian bawah buah dadanya. Biar minta bonus sedikit, dan penisku
kutempelkan di paha atas si tante biar dia tahu aku sudah siap. Tante Ida
melenguh dan, "To, aku mesti pergi, entar telat, kasirnya tutup nih," dan ditariknya
tanganku lembut dan dengan terengah-engah ikut nafsu juga. "To, Tante usahakan
pulang secepatnya deh, kamu sabar ya," lenguhnya berusaha melepaskan
remasanku.
Tapi sambil kepingin diteruskan juga sepertinya. Akhirnya lepas juga sambil
terengah-engah dan parasnya merona merah Tante Ida keluar, jalannya agak
terhuyung-huyung. Aku jamin celana dalamnya sudah basah lembab tuh. Tinggal
aku sendirian. Ya sudah aku ambil majalah lagi dan aku baring-baring baca di kursi
malas di kamar tamu. "Ahh.." aku meronta-ronta dan kok keras amat si buyung
dan terasa disedot-sedot orang. Wah rupanya aku ketiduran dan mimpi, kupikir.
Waktu kubuka mata aku terkejut melihat wajah tak kukenal, dan astaga aku sudah
telanjang bulat. Tanganku terikat ke atas di kursi malas dan penisku sedang
dilumat-lumat. Aku tak tahu siapa satu lagi wanita, aku hanya melihat kepalanya
dan punggungnya telanjang. Kakiku, kakiku, walah terikat juga ke kiri dan kanan
kursi malas. Aku masih setengah mengantuk dan bingung, sakit kepalaku rasanya
terbangun tiba-tiba. Akhirnya aku sadar betul dan ketika kupalingkan muka ke
kanan ada Bu Etty dan dan dia sudah bulat-bulat juga telanjang. "Bu.. saya
diapakan ini," kataku sambil nyengir keenakan. "Diam saja dah kamu," kata Bu Etty
tersenyum Ia bertolak pinggang dan duh buah dadanya menantang betul. Tapi
tanganku tidak bisa mencapainya. Ini siapa Bu semuanya, saya mau diapakan
sih?" Buah zakarku terasa geli sekali digaruk-garuk kuku wanita yang menyedoti
penisku.
Aku menggelinjang geli, dan Bu Etty meraba puting susuku. "Ahh.. enakk.." dan
tersiksa betul rasanya tanganku tidak bisa aktif, sudah ingin betul meremas susu
Bu Etty yang gundal gandul di dekat bahuku. "Ini temen-temen Ibu, To. Bu Endah
dan Bu Inggit. Kita tadi ngeliat kamu ketiduran dan ya seperti Ibu bilang ini temen-
temen ibu itu lho," katanya sambil menggeserkan buah dadanya di dadaku.
Putingnya ditekannya ke putingku. Enak, empuk, hangat, dan seketika aku tambah
bingung, lha tapi kenapa saya diikat. "Ya, kata Bu Etty kan kemarin itu kamu
ngikat Mbak Icih. Ha ha.. ha.. nah kami tadi iseng pengen ngerjain kamu nih To."
Hisapan Bu Endah terasa tambah menghebat, lidahnya berputar-putar di sekitar
kepala penisku dan aku sudah tidak kuat lagi mau meledak. Dan kuangkat
pantatku agar masuk lebih dalam. "Ehh.." Bu Endah malah berdiri dan melepaskan
mulutnya. Wah tergantung aku. Dengan terengah-engah aku bilang, "Bu tolong
dong Bu sedot lagii.. sudah mau muncrat nihh.. Buu.." Bu Endah, Bu Etty dan Bu
Ingit tertawa ramai-ramai, dan aku belum sempat memperhatikan seksama buah
dada mereka kontal kantil terguncang-guncang karena mereka tertawa melihat aku
yang seperti cacing kepanasan. Mataku masih sepet dan berkunang-kunang dari
ketiduran tadi. Bu Ingit kemudian mendekat dan mengangkang. Pantatnya
mengarah ke mukaku dan ia mulai turun sambil memegang batang penisku,
digosok-gosoknya ke mulut liang vaginanya dan aku mendesah lagi, karena enak
sekali dan aku sudah siap meledakkan orgasmeku. Bu Endah menggosokkan buah
dadanya ke mulutku yang langsung kontan saja aku sergap, dan putingnya kuhisap
dan lidahku berputar-putar di kacang keras itu.
Bu Endah merem melek dan kulit buah dadanya yang bening kelihatan garis-garis
hijau biru halus dan meremang pori-porinya. Bu Ingit masih hanya memasukkan
separuh kepala penisku dan senut-senut kempotan bibir mulut vaginanya hangat
dan enak sekali. Aku rasanya mau gila karena kenapa dia tidak memasukkan
semuanya, aku berusaha menaikkan pantatku tapi Bu Ingit selalu menjaga
jaraknya. Kurang ajar, dalam hatiku dan aku rasanya mau menjerit tapi mulutku
disumpal buah dada kenyal. Kuku tajam jari Bu Etty terasa mulai menggaruk di
sekitar duburku dan buah zakarku, menambah kebinalan di dalam otakku yang
sudah tak bisa berpikir lagi. Aku hanya terengah-engah dalam siksaan ketiga ibu-
ibu sexy sintal ini. Bisa dibayangkan, tidak semua mereka telanjang bulat (aku
juga) dan aku tidak bisa semauku. Keningku terlihat kencang mengejang dan urat-
urat dahiku keluar semua. Aku menggeram, "Ahh.. Ayo Buu.. aku pengen, tolong
dong.. masukkin Bu.." Bu Endah menarik buah dadanya dan ia berlutut dan
diturunkannya vaginanya ke mulutku, aku tak berdaya dan bau harum aku rasakan
keluar dan hawa panas hangat dari vaginanya yang lembab.
Aku ulurkan keluar lidahku dan kujilat-jilat, Bu Endah melenguh, "Uuhh sedapnya,"
dan pantatnya maju-mundur menggeruskan vaginanya di atas mulutku. Terus di
gerus-geruskan bibir vaginanya ke mulutku dan terasa cairan-cairan dari dalam
vaginanya meleleh masukk. Lidahku aktif menjilati lubangnya dan klitorisnya yang
sebesar kacang ijo. Bu Etty sih sebesar kacang merah nongol. Bu Ingit sementara
hanya berputar di atas kepala penisku. Telapak tangannya bertopang di atas
pahaku dan sambil meraba-raba dengan halus. Gilaa.. pahaku digarisnya dengan
kukunya yang panjang, "Alamakk.. gelii Bu.."
Bu Etty menungging dan merangkak ke dekat pantatku dan mulutnya mulai
menjilat-jilat daerah yang digaruk-garuknya tadi, sekarang dijilatnya dengan
lidahnya yang hangat, dan buah zakarku dikulum-kulum seperti lagi makan
cupacup dan dijilatnya pelan-pelan seperti orang makan biji salak. Akhirnya aku
tidak kuat lagi dan pantatku kunaikkan, kakiku mengejang. Bu Inggit terkejut dan
cepat ia membenamkan penisku dalam-dalam dan diputir-putirnya pantatnya
sampai kandas dan seketika letupan orgasmeku membanjir deras di dalam vagina
Bu Inggit dan Bu Inggit sendiri menggarukkan klitorisnya di batangku dengan cepat
dan pantatnya yang sintal berputar-putar, sebentar kemudian ia pun menahan
jeritannya, "Ahh.." kemudian diangkatnya naik-turun, aku melihat bibir vaginanya
keluar-masuk merekah belah oleh batang penisku yang basah mengkilap. Bulu
kemaluannya basah kuyup dan bersatu. "Uukhh.. Ahh.."
Bu Inggit kemudian bangkit dan "Plop," bunyi waktu penisku masih setengah
tegang lepas dari genggaman erat vaginanya. Spermaku meleleh sepanjang
pahanya yang putih. Bu Etty masih di bawah situ mengecup buah zakarku dan
tertetes-tetes di pipinya beberapa gumpalan spermaku. Kami terengah-engah
semua dan aku merasa nikmat yang luar biassa. Sepanjang beberapa jam itu aku
gantian ditunggangi oleh Bu Endah kemudian terakhir Bu Etty, karena dia nyonya
rumah jadi terakhir. Aku sendiri di servis demikian merasa sesuatu pengalaman
yang lain dari yang lain. Belum pernah aku dimanjakan oleh 3 wanita sekaligus
begitu. Malam itu aku ketiduran di antara ketiganya dalam keadaan telanjang
bulat.
TAMAT

Anda sedang membaca artikel tentang Gairah Tetanggaku 06 dan anda bisa menemukan artikel Gairah Tetanggaku 06 ini dengan url http://kumpulan-ceritaxxx.blogspot.com/2013/05/gairah-tetanggaku-06.html, anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya jika artikel Gairah Tetanggaku 06 ini sangat bermanfaat bagi teman-teman anda, namun jangan lupa untuk meletakkan link Gairah Tetanggaku 06 sumbernya.

Keyword : cerita seks,cerita dewasa,cerita,kumpulan cerita,mendesah,selingkuh,nikmat,sumber cerita,kumpulan cerita seks,hot story



Selamat Datang Di Cerita Seks Terbesar di Indonesia

Admin Mesum - 05.10
MASUKKAN TOMBOL TWEET DISINI
Silahkan Promosikan Situs/Web atau Blog Anda Disini



Shout
Email extractor software for online marketing. Get it now free, Email Extractor 14. online-casino.us.org

 
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2012. Kumpulan Ceritaxxx - All Rights Reserved