;

Rabu, 29 Mei 2013

Gairah Tetanggaku 03

Rabu, 29 Mei 2013

Kuulurkan tangan yang gemetar dingin dan dipegang oleh Bu Etty.
"Ya sudah," katanya.
"Ini ayo remas-remas lagi, kan kamu pengen," sambil menaruh kedua telapak
tanganku di atas buah dadanya.
Aku tambah takut dan bingung, tidak percaya, dan kutarik tanganku kembali begitu
menyentuh buah dadanya seperti kena panci panas. Bu Etty malah jadi tertawa
kecil. "Nak To, jangan cemas tidak ngegigit kok buah dadaku," derainya sambil
tersenyum sekarang. "Aku kemarin malem lihat kok kamu jam berapa pulang dari
sini, dan ya aku ngerti kok si Ida itu sama saja memang nafsunya besar sekali.
Seperti aku juga," ujarnya. "Ibu juga seminggu mesti sedikitnya 4 kali main,"
katanya tanpa malu-malu. Aku hanya bisa mengangguk-angguk tidak tahu mesti
menjawab apa. Tahu dong kalian kalau habis begitu kan perut masih mual enek,
terkaget-kaget, duh untung aku tidak ngompol di depan dia deh. Mana dia
ngomongnya blak-blakan begitu seperti bukan orang Indonesia saja. Aku merasa
pening sakit kepala.
"Duh nak Toto kaget ya," sambil berdiri ia menarik aku dan dipeluknya kepalaku ke
buah dadanya. Baru aku agak tenang, dan tiba-tiba terasa tangan Bu Etty turun ke
pinggangku dan "Sret.." sekali tarik celana kaosku sudah ditariknya separuh turun.
"Hi.. hi.. hi.. lihat nak, mengkerut kecil tuh si buyung. Kasian deh kamu, sini Ibu
hiburin dia," sambil ditariknya kepala penisku yang tidur, ia membungkuk dan
seketika handuknya terlepas total jatuh di kakinya dan bebaslah tubuhnya yang
jangkung itu dari segala hambatan. Beda dengan Tante Ida, Bu Etty kulitnya
kuning, turunan Sunda sih. Tante Ida mungkin dapat kulitnya hitam begitu dari
bapaknya yang turunan Ambon barangkali.
Ia berjongkok di depanku, ditaruhnya penisku di tapak tangannya dan disaputkan
ciumannya di penisku sepanjang batangnya, disaputkan dengan halus batangnya,
disaputkan dengan halus, ketika si "Joni" dikasih angin begitu langsung mulai
memanjang deh. Tangannya meremas-remas lembut sekali di buah zakarku dan
aku juga masih shock karena belum pernah tahu ada soal cium mencium alat vital.
Dengan jelas kemarin sama Tante Ida cuma dia kenyot sebentar saja, duh bodoh
benar deh kalau ingat itu.
Didorongnya aku ke tempat tidurnya dan mulutnya sekarang mulai merekah dan
lidahnya terasa kasap keluar menjilat-jilat batang penisku. Tak terkira nikmatnya
dan aku cuma bisa mengeluh lenguh, "Aahh.. ahh.." Kubaringkan badan di tempat
tidur Bu Etty dan si ibu pelan-pelan sambil terus menghisap kepala penisku. Bu
Etty kemudian berputar dan akhirnya vaginanya di atas mulutku. Terbelalak aku
melihat rimba lebat dan mulai merekah lubangnya yang merah seperti kerang
mentah itu. Aku cuma mencium bau nafsu yang keluar dari situ dan kelihatan mulai
basah lubangnya. Tiba-tiba Bu Etty menurunkan pinggangnya dan seketika
vaginanya hanya tinggal 1 cm dari mulutku. Aku angkat kepalaku dan mencium
sedikit bibir vaginanya. "Ahh.." lenguh Bu Etty. "Terus terus To.." wah langsung
kusergap dan kukenyot kencang-kencang dan lidahku beputar-putar menjilat-jilat
lubang dan tepian bibir vaginanya. Tidak mengerti sih mesti diapain.
Dan Bu Etty melepas penisku dan ia duduk di atas bibirku sambil menggosokkan
berputar di atas mulutku, wah aku hampir tidak bisa bernafas. Paha atasnya terasa
mengepit kepalaku dan terasa cairan dari lubangnya tambah banyak. "Ayo To,
lidahnya jilatkan ke atas ke bawah sepanjang bibir vagina Ibu," jelasnya. Wah
tambah deh ilmuku. Kelak ilmuku ini ternyata digemari sekali oleh wanita-wanita
yang pernah kutiduri, ya ini dapatnya waktu sama Bu Etty ini. Eh, ngomong-
ngomong hati-hati ya kalau oral karena salah satu sumber penyebaran AIDS juga
dari cara ini (hayo mau kamu kondomin gimana tuh).
Tiba-tiba kurasa tekanan pinggangnya tambah kencang kandas memepetkan
vaginanya ke bibirku dan ia menjerit-jerit kecil, "Ahh.. ahh.. enakk.. hebat kamu
To.. Ibu enakk sekalii.." rupanya ia orgasme dengan hebat sekali. "Hah.. hah..
hahh.. uhh.." ia terengah-engah dan bibir vaginanya menempel dan ia terbadai
terduduk. Vaginanya masih menempel di mulutku dengan rapatnya. Kutelan cairan-
cairan yang mengalir menetes dari dalam liangya. Dan kudorong sedikit pantatnya
itu sambil lidahku menjilat di sekitar sisi luar bibir vaginanya terus ke arah
pantatnya, aku jilat-jilat pelan. Terasa kasarnya lidahku membuat ia bergelinjang
geli. "Ahh.. ahh.. Toto kamu kok.. pin.. ter.. sekalii.." Dan penisku sudah tegang
keras bukan main yang tadi tersia-sia, disergapnya lagi dan dimasukkannya lagi ke
dalam mulutnya dan disedotnya dengan kuat. Lidahnya melilit-lilit di sekitar kepala
penis mengikuti lekak lekuk dan nikmatnya tak terbayangkan, sulit kuceritakan di
sini. Aku mengejangkan kakiku dan pantatku sampai terangkat-angkat dari kasur
sehingga penisku tambah panjang terisap-isap Bu Etty. Bu Etty mengambil bantal
dan disedakkannya di bawah pantatku sehingga terasa sekali penisku seperti
terdorong ke atas tambah panjang.
Bu Etty terus mengenyot dan kepalanya ikut maju-mundur sambil kedua tangannya
meraba-raba zakarku. Sekali-kali dirabanya sekitar antara pantatku dan zakar.
Kukunya yang panjang menggaruk-garuk halus dan gelinya bukan main, menambah
nafsuku. Sampai merinding semua kulitku. Aku terengah-engah sudah tak sadar
bagaimana tingkah kelakuanku. Bu Etty masih tetap nungging di atas kepalaku dan
pemandangan vaginanya menambah nikmat. Kutarik lagi pantatnya dan kulumat-
lumat dengan mulutku lagi. "Auhh aihh.." terdengar suara Bu Etty terhalang
penisku dan seketika kulitnya meremang merinding karena geli dan nafsu.
Aku tiba-tiba merasa spermaku mulai bergelombang mau keluar, kulepas ciuman di
vagina Bu Etty dan aku berderau parau, "Ahh.. Buu.. terus.. terus.." Tapi tiba-tiba
Bu Etty melepaskan mulutnya dan dicekiknya batang penisku sampai sakit sekali
dengan kukunya, "Aauu.. aduhh aduhh.." jeritku kesakitan. Aku terkejut sekali dan
kecewa karena gelombang nikmatnya jadi hilang lenyap, terasa aku frustasi dan
mau meledak marah rasanya. Bu Etty sambil bangkit duduk di sisiku sambil
tertawa dan katanya, "Sudah ya nak Toto.. pakai bajunya gih.." Mulutku selebar
Goa Gajah ternganga bingung. Sadis amat ini orang, kok begini Bu Etty, pikirku.
Maksudnya apa?
Mataku merah dan rasanya berkunang-kunang, pusing rasanya kepalaku dan aku
tidak tahu mesti ngapain. Nafsuku masih menggebu-gebu, nafasku terasa menderu.
Akhirnya aku gelap mata dan kutubruk Bu Etty sampai terjatuh di atas ranjang dan
kubuka pahanya dengan paksa. Terasa ia mencoba menutup pahanya melawan dan
kucegah dengan kedua pahaku. Tangannya kutekan ke kiri dan kanan di atas
keranjang dan ia meronta-ronta. Kutabrakkan penisku ke lubangnya, waduh
susahnya, karena ia menggelinjang-gelinjang. Mulutku mengecup dan mengisap
putingnya. Aduh gimana nih aku sudah nafsu sekali tapi penisku tidak masuk-
masuk. Tiba-tiba kucoba gigit sedikit putingnya dan "Kres.." kucengkeramkan
gigiku. "Auu.." jeritnya dan pinggangnya terdiam, langsung aku manfaatkan dan
kepala penisku kudesakkan masuk ke lubangnya yang basah. Dan aku genjot
kandas batang penisku sedalam-dalamnya biar Bu Etty tidak berontak-berontak
lagi, takut lepas.
Ia masih mencoba meronta-ronta dan nikmatnya hentakan ronta-rontaan itu ke
vaginanya di batangku. Kupaku dengan penisku dan aku tindih dengan badan juga,
buah dadanya yang sintal lepas tertekan dadaku dan tanganku masih
mencengkeram kedua tangan Bu Etty. Setelah dia agak diam, aku goyang hanya
berputar-putar tanpa mencabut batangku lagi kencang-kencang, habis takut dia
berontak lagi. Terasa buah zakarku gondal gandul bergesek-gesek menghantam
menekan sisi bibir vaginanya yang tebal dan bulunya menggesek-gesek buah
zakarku, geli sekali dan meledak-ledak spermaku dalam 2 menit di situ. Aku lupa
diri, luar biasa nikmatnya karena tadi tidak jadi keluar waktu di "karaoke" sama Bu
Etty dan badan kami kejang-kejang. Tiba-tiba Bu Etty membalik dan ia sudah di
atas dan ia menggoyang-goyang pinggulnya dengan putaran kuat. Mataku
terbeliak-beliak nikmat. Buah dadanya bergoyang-goyang liar dan kutangkap
dengan kedua tanganku dan kuperah. Bu Etty juga mendesah-desah keras,
akhirnya orgasme lagi, akhirnya terhempas ia ke atas tubuhku yang penuh keringat.
"Nak Toto enak ya," katanya sambil tersenyum.
"Tadi kusengaja itu karena dengan gitu nikmatnya lebih tinggi lagi."
"Duh Ibu pintar sekali sih, belajar dimana sih?
"Lho kan Ibu turunan orang Sunda juga nak Toto, kalau itu memang bakat alam
soal ginian, makanya pada pinter kalau jaipong."
"Oh itu tadi gerak jaipong ya Bu.."
"Iya dong.." katanya sambil mencubit pelan di buah zakarku yang sudah mengkerut
keriput.
Penisku masih setengah berdiri dan kepalanya merah tua basah ( with an apology
to our Sundanese reader or is it a compliment? No offence meant ladies buddy,
that was my best experience ever.. viva Sundanese ). Kami lalu mandi bebersih
bersama-sama saling menyabuni. Kemudian ya jadinya main juga sekali di kamar
mandi sambil berdiri. Aku bereksperimen diajarkan sama si ibu, memasukkan
penisku dari belakang. Bu Etty membungkuk dan goyang jaipongnya hanya di
kepala penisku tanpa memasukkan seluruh batang. Beda kemarin sama Tante Ida,
kami pakai gaya klasik maju-mundur penisku biar sambil Tante Ida nungging juga.
Kemudian aku diajarkan menjilati klitorisnya tanpa menyentuh bibir vaginanya,
kakinya yang satu ditumpangkannya di tepi bak mandi sehingga terkuak bebas
vaginanya di depan mukaku. Kulilitkan ujung lidahku di kepala klitorisnya dan ia
menggelinjang, buah dadanya terpontal pantil menahan geli. Tanganku segera
meraba ke atas dan berusaha kuperas-peras kedua buah dada itu. Tapi karena aku
di bawah hanya dapat sedikit. Akhirnya Bu Etty agak membungkuk dan buah
dadanya bergantung bebas. Gemas sekali aku dan kami bermain-main di dalam
kamar mandi sampai hampir 1 jam.
Bersambung ke bagian 04

Anda sedang membaca artikel tentang Gairah Tetanggaku 03 dan anda bisa menemukan artikel Gairah Tetanggaku 03 ini dengan url http://kumpulan-ceritaxxx.blogspot.com/2013/05/gairah-tetanggaku-03.html, anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya jika artikel Gairah Tetanggaku 03 ini sangat bermanfaat bagi teman-teman anda, namun jangan lupa untuk meletakkan link Gairah Tetanggaku 03 sumbernya.

Keyword : cerita seks,cerita dewasa,cerita,kumpulan cerita,mendesah,selingkuh,nikmat,sumber cerita,kumpulan cerita seks,hot story



Selamat Datang Di Cerita Seks Terbesar di Indonesia

Admin Mesum - 05.01
MASUKKAN TOMBOL TWEET DISINI
Silahkan Promosikan Situs/Web atau Blog Anda Disini



Shout
Email extractor software for online marketing. Get it now free, Email Extractor 14. online-casino.us.org

 
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2012. Kumpulan Ceritaxxx - All Rights Reserved