Halo para penghuni Kumpulan Cerita XXX. Perkenalkan saya Rinaldi seorang lelaki berkepala empat yang memiliki seorang anak yang baru masuk SMA dan seorang istri. Saya akan cerita banyak tetapi perkenankan saya memohon kesidaan serta maklumat dari para suhu karena saya seorang newbie yang tak hilang dari kesalahan dan kekilafan.
Ini adalah cerita saya. Anda boleh berpendapat ini fiktif tapi juga bisa berpendepat sebaliknya. Saya tak akan membenarkan atau menyalahkan karena saya mempersilahkan anda untuk memiliki pendapat masing-masing. Satu hal yang saya minta adalah untuk tidak meminta mulustrasi dan lain-lain. Ciptakan karakter suhu-suhu sendiri dan pelihara itu sampai saya tak lagi menulis cerita..
Perkenalan
Seperti yang sudah saya katakan di awal, nama saya Rinaldi. Saya memiliki anak perempuan berusia 15 tahun dan baru saja memasuki masa SMA. Sedang bandel-bandelnya. Mengenai status pernikahan, saya baru saja menikah kembali setelah 15 tahun menduda.
Istri pertama saya meninggal tepat saat melahirkan anak tercinta saya, Dena. Sejauh ini saya tak akan menceritakan mengenai alm istri saya karena bagi saya itu tidak menarik. Saya akan banyak bercerita yang mungkin tidak sesuai lini masa tetapi cukup mampu dinikmati. Yah kayak nonton star wars lah, kebalik balik tetapi tetap yahud.
Saya adalah seorang anggota direksi di salah satu perusahaan media yang tergabung dalam grup perusahaan besar di Indonesia. Jabatan saya yang berada di bawah CEO membuat saya bertemu langsung dengan banyak jenis manusia.
Saya memulai karir di media sejak lulus kuliah. Menghabiskan dua tahun di lapangan membuat saya memutuskan untuk mengambil S2 Digital Marketing di Australia. Di sanalah saya bertemu dengan istri saya.
Sepualang dari Australia dengan gelar S2, saya dan istri memutuskan untuk menikah tak membutuhkan waktu lama bagi kami untuk mendapatkan Dena. Namun sayang istri saya meninggalkan kami dan jadilah saya seorang single parent.
Beruntung ketika saya kembali dari Australia saya tak lagi kerja di lapangan, jabatan saya sudah terbilang mapan dengan bertindak sebagai Redaksi Pelaksana. Namun karena CEO melihat latar belakang saya, maka pindahlah saya meninggalkan ruang redaksi dan naik ke bagian yang lebih tinggi.
Memang jabatan yang berat untuk mendongkrak perusahaan namun setidaknya saya memiliki banyak waktu untuk membesarkan Dena. Kerja di media juga membuat saya fleksibel berinteraksi dengan anak saya sampai dia besar.
Semua berjalan indah bagi kami berdua. Saya benar-benar tak tertarik untuk mencari pasangan atau sekedar teman kencan. Sampai akhirnya Dena menjadi anak mandiri dan memasuki dunia SMP. Ia sudah bisa ditinggal ayahnya dan mau dijemput oleh supir ketika pulang.
Sejak itu saya mulai memiliki waktu luang untuk memperhatikan diri sendiri, memperhatikan pegawai wanita, bahkan memperhatikan wali kelas Dena. Sebagai catatan, saya pria 170cm dengan warna kulit coklat muda. Orang-orang bilang saya manis namun terlihat tegas.
Dan Petualangan pun dimulai..
Keyword : cerita seks,cerita dewasa,cerita,kumpulan cerita,mendesah,selingkuh,nikmat,sumber cerita,kumpulan cerita seks,hot story
MASUKKAN TOMBOL TWEET DISINI |
|
0 komentar:
Posting Komentar